Kawan2, tulisan ini ane temuin di buku Buddhis. Tapi berhubung menurut ane, tulisan ini bisa buat semua agama alias universal, jadi ane sekedar mau nge-share di sini. Selamat membaca ^^
***
Serigala
Buddha pernah melihat seekor serigala yang berlari keluar dari hutan tempat Beliau tinggal. Hewan itu berhenti sejenak, kemudian berlari ke dalam semak belukar, dan kemudian keluar kembali. Selanjutnya, serigala itu masuk ke dalam lubang pohon, lalu keluar lagi. Setelah itu, masuk ke dalam gua, selanjutnya keluar lagi.
Sesaat hewan itu berdiri, setelah itu berlari, kemudian berbaring, lalu melompat. Serigala itu berkudis. Pada saat berdiri, kudisnya terasa menyakitkan sehingga ia berlari. Saat berlari, ia pun tidak merasa nyaman, jadi ia berhenti. Berdiri, tidak nyaman, maka ia pun berbaring. Selanjutnya, ia melompat lagi, menerjang semak belukar, lubang pohon, tidak bisa diam.
Buddha berkata,”Wahai, bhikku sekalian, apakah Anda melihat serigala itu? Berdiri, ia merasa tersiksa. Berlari, juga terasa sakit. Duduk, ia menderita. Berbaring, ia tidak merasa nyaman. Ia menyalahkan sikap berdiri atas ketidaknyamanannya. Ia menyalahkan sikap duduk. Ia menyalahkan sikap berlari dan berbaring. Ia menyalahkan pohon, semak belukar, dan gua. Pada kenyataannya, kesalahan tidak terletak pada ini semua. Masalahnya adalah pada kudisnya.”
Kita sama saja dengan serigala. Ketidakpuasan kita disebabkan oleh pandangan salah. Karena kita tidak melatih untuk mengendalikan indera, kita menyalahkan penderitaan kita pada hal-hal di sekitar kita. Walaupun kita tinggal di Thailand, Amerika, atau Inggris, kita tidaklah merasa puas. Mengapa? Karena kita masih saja memiliki pandangan salah. Hanya itu! Oleh karenanya, ke mana pun kita pergi, kita tidak akan merasa senang.
Akan tetapi, seperti serigala itu yang akan merasa senang ke mana pun ia pergi setelah kudisnya diobati, kita pun akan merasa senang ke mana pun kita pergi apabila kita telah membebaskan diri dari pandangan salah.
Sumber: Sebatang Pohon di Tengah Hutan by Ajahn Chah
***
Thanks 4 reading… GBU ^^

Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini