HP… Dari orang dewasa hingga anak-anak pun mengenalnya. Awalnya, alat komunikasi elektronik ini hanya digunakan oleh segelintir masyarakat kelas atas. Itu pun sebagai barang mewah atau elite bagi kalangan masyarakat menengah atau bawah.
Tapi… Itu hanyalah cerita pada era 1990-an, manakala HP baru memasuki Indonesia. Lain cerita jika sekarang. Jika dulu, yang memiliki HP kebanyakan hanya orang dewasa. Sekarang, anak yang duduk di bangku sekolah SD pun sudah menggunakan HP layaknya orang dewasa. Dulu, hanya kalangan kelas atas saja yang memiliki alat komunikasi yang sering juga disebut ponsel ini. Sekarang, di perempatan lampu merah pun kita dapat menjumpai pedagang asongan yang sedang menenteng-nenteng HP-nya untuk bertelepon ataupun sekedar mengirimkan pesan pendek. Singkat kata, HP mudah dijumpai di hampir semua kalangan masyarakat.
Harga HP yang bervariasi, mulai dari yang berkisar dari ratusan ribuan hingga jutaan, tentulah merupakan salah satu faktor utamanya. Selain itu, perkembangan fitur-fiturnya yang semkain canggih dengan memuat kamera ber-mega pixel, MP3 player, internet browser, dan juga games-games yang yang menarik minat penggunanya terutama anak-anak muda, turut mempengaruhi perkembangan HP. Hal ini pun semakin ditunjang oleh media massa yang kian gencar dalam mengiklankan alat komunikasi ini.
Seiring dengan perkembangan zaman, HP yang mula-mula berlayar hitam putih atau monochrome telah mengalami perkembangan pesat hingga sekarang kita dapat menjadikan foto pribadi kita sebagai wallpaper ataupun theme pada layar HP kita. HP yang semula hanya berfungsi sebagai alat komunikasi telah berkembang menjadi penyimpanan foto-foto pribadi, menyetel musik, kamera ataupun video saku, juga sarana untuk internet-an.
Dampak Positif & Negatif
Perkembangan HP ini tentu menimbulkan dampak, baik positif maupun negatif. Sehubungan dengan era globalisasi saat kini, dampak yang ditimbulkan pun meluas, terutama terhadap kaum muda.
Bagi yang hobi bertelepon atau SMS-an, pasti pernah mengalami yang namanya “lupa waktu”. Memang, asyik berkomunikasi dengan lawan bicara di seberang dapat membuat kita terlena dan menyebabkan aktivitas kita terganggu. Apalagi jika sudah memasuki taraf kecanduan, karena keasyikan ini, pekerjaan jadi terbengkalai dan kita jadi malas bersosialisasi secara langsung dengan teman-teman sepergaulan alias “autis”.
Selain itu, fitur-fitur HP yang menawarkan keasyikan tersendiri bagi kita pun dapat membuat kita jadi lupa waktu, sepertinya halnya bertelepon dan SMS-an. Bahkan ironisnya, fitur-fitur yang tujuan semulanya itu untuk sekedar hiburan, kadangkala disalahgunakan untuk tujuan kejahatan, kriminal atau cyber crime….@.@
Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar berita tentang penculikan seorang remaja putri yang terjadi akibat penyalahgunaan suatu situs jejaring sosial. Hmmm… Memang ini adalah suatu tragedi yang memprihatinkan, padahal hanya berawal dari perkenalan di situs jejaring sosial tersebut.
Menurut Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, kemunculan teknologi, dalam hal ini teknologi komputer, sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Jika pemanfaatannya dilakukan secara sembarangan dan tidak terkendali, tentu akan berdampak negatif. Tetapi jika pemanfaatannya secara positif, hal ini justru akan memberikan banyak dampak positif.
Perkembangan HP ini sebenarnya banyak berdampak positif. Seperti tujuan semulanya, HP memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan lebih mudah. Kita dapat bertukar informasi, memberikan ucapan selamat, serta mempererat ikatan persaudaraan dengan kerabat jauh.
Selain itu, dengan adanya fitur-fitur yang membuat HP menjadi multifungsi, HP dapat menjadi sarana untuk menyalurkan hobi. Kamera HP dapat dimanfaatkan untuk berfoto-foto atau merekam video. Apalagi dengan kemajuan teknologi kamera HP, kualitas gambar yang dihasilkan pun dapat semenawan kamera saku. Selain itu, bagi yang hobi mendengarkan musik, fitur MP3 atau walkman seringkali menjadi fitur pilihan paling favorit. Demikian pula bagi pecinta game yang seringkali menikmati game di HP untuk mengusir kebosanan.
Adanya internet seluler pun memperluas fungsi HP. Tak sekedar berkomunikasi atau menyalurkan hobi saja, HP pun dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi atau bahkan berkomunikasi melalui situs jejaring sosial yang menyediakan fasilitas bagi seluler. Hal ini tentu mempermudah serta memberikan kepraktisan dalam mencari informasi.
Pemanfaatan teknologi HP secara positif dapat memberikan banyak manfaat serta dampak positif. Oleh karena itulah, HP menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat dewasa ini, terutama masyarakat perkotaan. Meskipun banyak pro-kontra mengenai hal ini, kita tentu tak dapat memungkiri bahwa itu ada benarnya juga.
Saya setuju bahwa negatif-positifnya dampak kemajuan teknologi HP tergantung dari pemanfaatan kita. Jadi, bukan teknologi itu yang harus disalahkan, melainkan kita sendirilah yang harus tahu diri, tahu waktu, serta tetap mengendalikan diri dalam pemanfaatannya.
Kiranya sekian pesan dan opini saya mengenai hal ini. Trims sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya. Semoga apa yang saya tuliskan ini dapat bermanfaat bagi kita semua…^^
Sumber referensi:
http://isrona.wordpress.com/2008/01/29/dampak-negatif-penggunaan-teknologi-informasi-dan-kom/
