Seorang guru memberikan 6 pertanyaan kepada murid-muridnya. Sang guru bertanya,” Apakah yang paling dekat dengan kita semua?”

Murid pertama menjawab,” Orangtua.”

Murid kedua menjawab,” Teman.”

Murid ketiga menjawab,” Pakaian yang sedang dikenakan.”

Sang guru pun tersenyum. “ Jawaban kalian semua benar. Tetapi, jawaban yang paling benar adalah… KEMATIAN. Semua kehidupan pasti akan mengalami kematian.”

Lalu sang guru menanyakan pertanyaan kedua,” Tadi adalah yang paling dekat. Sekarang, apakah yang paling jauh dengan kita semua?”

Murid-murid berebutan menjawab.

“Negeri China.”

“Kutub Utara.”

“Bulan.”

“Matahari.”

Sang guru pun kembali tersenyum. “Jawaban kalian semua benar adanya. Tetapi, jawaban yang paling benar adalah… MASA LALU. Kalian tahu kenapa? Karena, tidak ada seorang yang bisa pergi atau kembali ke masa lalu.”

Pertanyaan ketiga ditanyakan oleh sang guru,” Apakah yang paling besar di dunia ini?”

Murid-murid kembali berebutan menjawab.

“Gajah bengkak bunting 9 bulan serta kembar 9.” Semua tertawa.

“Ikan paus.”

“Lautan.”

Sang guru menjawab. “Jawaban kalian semua hampir benar. Tetapi, yang benar adalah …HAWA NAFSU. Di dunia ini, penuh dengan hawa nafsu entah itu nafsu makan, nafsu bermain, nafsu untuk malas, ataupun nafsu untuk berbuat jahat.”

Sang guru menanyakan pertanyaan keempat,” Apakah yang paling berat di dunia ini?”

Jawaban murid-murid bermacam-macam.

“Gajah obesitas.”

“Ikan paus.”

Jawaban mereka bermacam-macam. Sang Guru pun menjawab, “Kalian mau tahu jawaban yang paling benar? Jawabannya itu ialah memegang janji. Ada ungkapan janji adalah hutang dan hal itu ada benarnya.”

“Nah, pertanyaan kelima adalah kebalikan dari pertanyaan tadi. Apakah yang paling ringan di dunia ini?” Tanya Sang Guru.

“Kertas.”

“Sehelai bulu.”

“Kapas.”

Ada yang tahu jawaban dari Sang Guru?

“Anak-anak, jawaban yang paling benar adalah MENINGGALKAN IBADAT. Adakah dari antara kalian yang belum pernah meninggalkan ibadat sekalipun?” Murid-murid terdiam.

Kini Sang Guru menanyakan pertanyaan terakhir,” Apakah yang paling tajam di dunia ini?”

Murid-murid menjawab dengan penuh semangat.

“Duri landak.”

“Silet.”

“Pedang.”

Sang Guru tersenyum. “Anak-anak, kalian semua benar-benar penuh semangat. Jawaban kalian semua hampir benar tetapi yang paling benar adalah MULUT manusia. Ada ungkapan yang berbunyi,’mulutmu harimaumu’ yang artinya kita harus berhati-hati dalam berbicara. Karena dengan satu mulut saja, kita bisa menyakiti hati orang lain.” Murid-murid bertepuk tangan seusai mendengarkan perkataan sang Guru yang bijaksana.

Saudara sekalian, kita hidup di dunia ini pasti pernah melakukan kesalahan. Dan kesalahan itu mungkin meninggalkan bekas luka di batin. Dalam menyikapinya secara bijak, sebenarnya kita boleh melihat kesalahan masa lalu untuk evaluasi diri di kemudian hari, bukan untuk disesali atau ditangisi terus-terusan. Jika kita terus menengok ke belakang atau masa lalu, kapan majunya?

Dalam menjalani kehidupan, kita harus memiliki pengendalian diri yang kuat agar tidak tergoda oleh hawa nafsu untuk berbuat negatif. Karena itulah, sesibuk-sibuknya kita jangan sampai meninggalkan beribadah.

Kita pasti pernah berjanji pada orang lain. Tetapi apakah janji-janji itu semua berhasil ditepati? Ataukah ada yang dibatalkan? Janji itu ibarat sebuah hutang yang harus dilunasi. Karena itulah, kita harus berpikir dua kali jika ingin membuat janji dan berusahalah untuk menepatinya.

Mulut kita pun demikian halnya seperti janji. Bicaralah yang positif dan seperlunya saja. Karena dari perkataan kita dapat membangun seperti halnya motivator, atau justru merusak dan merugikan diri sendiri atau orang lain. Kita harus menjaga perkataan kita agar tidak menyakiti orang lain atau justru membuat aib bagi diri sendiri.

Hidup kita ini terbatas waktunya. Dan yang membatasi itu adalah kematian. Maka dari itu, berbuatlah yang terbaik untuk hidup kita saat ini dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada.